Glagahombo
(21/1) Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang merupakan daerah yang berada di
kawasan dataran tinggi. Semakin tinggi suatu daerah, kadar yodium yang dapat
diperoleh pun semakin sedikit. Hal ini dikarenakan, daerah yang berada di dataran
tinggi kandungan yodium yang terdapat pada air dan tanah terkikis oleh air
hujan sehingga terbawa ke dataran yang lebh rendah. Bahan makanan yang memiliki
kandungan yodium cukup contohnya terdapat pada ikan laut dan rumput laut. Bahan
makanan ikan laut dan rumput laut inilah yang cukup jarang dikonsumsi oleh
masyarakat dataran tinggi. Oleh karena itu, pemenuhan yodium dapat dilakukan
melalui penggunaan garam beryodium.
Garam
merupakan penyedap rasa yang selalu digunakan dalam setiap masakan. Sehingga,
masyarakat secara tidak langsung akan mengonsumsi garam setiap hari. Dari
mengonsumsi garam inilah masyarakat dapat memperoleh yodium untuk tubuh. Namun
masih banyak produsen garam yang hanya memproduksi garam dengan kandungan yodium
yang rendah bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga masih banyak beredar di
pasaran garam yang belum memenuhi kecukupan yodium meskipun pada kemasan telah
tertera bahwa kandungan yodium sebesar 30 – 80 ppm. Produsen – produsen garam
seperti ini lebih memilih untuk tidak melakukan fortifikasi atau penambahan
yodium pada garam untuk menekan biaya produksi sehingga mendapatkan keuntungan
yang lebih besar. Hal ini disebabkan biaya untuk melakukan fortifikasi relatif
lebih mahal untuk industri garam skala kecil.
Kenyataan
seperti inilah yang membuat masyarakat harus lebih pintar memilih produk garam
yang akan dikonsumsi. Memilih produk garam yang baik dapat dilakukan dengan
beberapa cara, yaitu:
1. Memilih
produk garam yang memiliki merk dan izin produksi. Hal ini disebabkan produk
yang bermerk dan memiliki izin produksi telah lolos tes standardisasi oleh
pemerintah, dalam hal ini Departemen Perindustrian.
2. Memilih
produk garam yang pada kemasannya dicantumkan bahwa produk tersebut merupakan
garam beryodium dengan kandungan 30 – 80 ppm.
3. Memilih
garam yang putih bersih, kemasannya tidak rusak.
Berdasarkan fakta yang telah
dijelaskan di atas, kami memilih untuk melaksanakan program penyuluhan mengenai
GAKI dan melakukan tes garam keluarga. Pada penyuluhan GAKI diberikan
penjelasan mengenai pentingnya yodium, darimana tubuh dapat memperoleh yodium
dan apa akibat yang dapat terjadi jika tubuh kekurangan yodium. Selain itu
dijelaskan juga mengenai cara memilih garam yang baik dan cara menyimpan garam
yang baik.
Kemudian dilakukan juga tes garam
keluarga dengan menggunakan cairan yodium test. Cara melakukan tes garam yaitu
dengan meneteskan 2 – 3 tetes cairan yodium tes pada sample garam yang telah
dibawa sebanyak ½ sendok teh. Jika garam berubah warna menjadi ungu tua, maka
garam tersebut mengandung kadar yodium yang baik. Dari 19 sample yang dites, diketahui
bahwa keseluruhan garam memiliki kandungan yodium yang cukup. Tes garam juga
dapat dilakukan oleh warga dengan cara yang sangat sederhana. Caranya yaitu
dengan memarut singkong, kemudian diperas untuk diambil sarinya. Sari singkong
ini kemudian diambil sebanyak 1 sendok makan kemudian letakkan pada wadah
kering, lalu tambahkan 4 – 6 sendok teh garam yang akan diuji. Setelah itu,
tambahkan 2 sendok teh cuka, diaduk, dan amati perubahan warnanya. Kemudian
dapat dilihat, jika garam berubah warna menjadi ungu tua, maka garam tersebut
telah memiliki kandungan yodium yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar