Dusun
Karanglo, Glagahombo, Tegalrejo, Magelang (17/01) - Bendungan atau dam adalah
konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk
mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian
yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap
atau berkelanjutan.
Bendungan
(dam) dan bendung (weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung
(weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi
untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang
permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow).
Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan
bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa. Di
negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung
dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia,
bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih
rendah dari muka tanah yang akan diairi.
Irigasi
merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan
pertanian. Dalam dunia
modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman
dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan
air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan
dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman
satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa
disebut menyiram. Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah
banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah
berlangsung sejak Mesir Kuno. (wikipedia bahasa indonesia).
Dam dapat
diklasifikasikan menurut struktur, tujuan atau ketinggian.
Berdasarkan
struktur dan bahan yang digunakan, bendungan dapat diklasifikasikan sebagai dam
kayu, "embankment dam" atau "masonry dam", dengan berbagai
subtipenya.
Tujuan
dibuatnya termasuk menyediakan air untuk irigasi atau penyediaan
air di perkotaan, meningkatkan navigasi,
menghasilkan tenaga
hidroelektrik,
menciptakan tempat rekreasi atau habitat untuk ikan dan hewan lainnya, pencegahan
banjir dan menahan
pembuangan dari tempat industri seperti pertambangan atau pabrik. Hanya beberapa dam yang dibangun untuk semua tujuan di atas.
Menurut
ketinggian, dam besar lebih tinggi dari 15 meter dan dam utama lebih dari 150 m. Sedangkan, dam rendah kurang dari
30 m, dam sedang antara 30 - 100 m, dan dam tinggi lebih dari 100 m.
Kadang-kadang
ada yang namanya Bendungan Sadel sebenarnya adalah sebuah dike, yaitu tembok yang dibangun sepanjang sisi danau untuk melindungi
tanah di sekelilingnya dari banjir. Ini mirip dengan tanggul, yaitu tembok yang dibuat sepanjang sisi sungai atau air terjun
untuk melindungi tanah di sekitarnya dari kebanjiran.
Bendungan
Pengecek check dam adalah bendungan kecil yang didisain untuk mengurangi dan
mengontrol arus erosi
tanah. Bendungan kering dry dam adalah bendungan yang didisain untuk mengontrol banjir. Ia
biasanya kering, dan akan menahan air yang bila dibiarkan akan membanjiri
daerah dibawahnya.
Dalam hal
ini sejumlah mahasiswa UNDIP yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
desa tersebut berinisiatif untuk meninjau agar hasil panen masyarakat meningkat
di Dusun Karanglo, Glagahombo, Tegalrejo, Magelang. Salah satunya yaitu melihat
kondisi irigasi di dusun tersebut. Pada saluran irigasi itu terdapat sebuah dam
yang keberadaanya sudah tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini
dikarenakan pondasinya sudah rusak (bocor) sehingga tidak membendung air dengan
baik. Ketika musim kemarau datang, air yang seharusnya masih bisa untuk
mengairi sawah, berkurang sangat banyak. Kondisi yang demikian ini menyebabkan
seringnya terjadi kekeringan, dan parahnya hal ini menyebabkan perkelahian
antar petani yang berebut air untuk irigasi, dan sering ada korban luka, karena
saling tinju antar warga. Peristiwa ini tidak hanya sekali saja terjadi, hampir
setiap musim kemarau selalu saja terulang.
Menurut
Bp Maryadi, kerusakan dam ini sudah dilaporkan kepada dinas terkait, namun
ketika dilakukan pembuatan proposal untuk pengajuan dana, ada hal-hal mistis
terjadi, yaitu ketika dilakukan pomoteretan atas kerusakan dam untuk pembuatan
proposal pengajuan dana, mendadak kamera tidak bisa mengambil gambar, anehnya
lagi ketika menggunakan kamera lain, bisa diambil gambarnya namun ketika
diambil gambar dan dicetak, gambar yang diambil menjadi hitam.
Usaha Pak Kadus tidak berhenti di situ saja, beliau mencoba lagi mengambil gambar dan mencetaknya, ketika proposal sudah jadi, dan diajukan ke dinas terkait maka dari pihak dinas terkait melakukan survey ke lokasi, namun anehnya, air pada dam tersebut ketika dilakukan tinjauan lokasi, penuh sampai di atas bibir bendungan. Dinas terkait pun urung untuk mengucurkan dana perbaikan dam di Dusun Karanglo.
Ketika
keesokan harinya, sungguh ajaib, air di dam itu kembali habis, yang dikarenakan
dam bocor di pondasi. Entah hal ini hanya suatu kejadian yang kebetulan saja
atau memang ada hal mistis di bendungan itu.
Usaha Pak Kadus tidak berhenti di situ saja, beliau mencoba lagi mengambil gambar dan mencetaknya, ketika proposal sudah jadi, dan diajukan ke dinas terkait maka dari pihak dinas terkait melakukan survey ke lokasi, namun anehnya, air pada dam tersebut ketika dilakukan tinjauan lokasi, penuh sampai di atas bibir bendungan. Dinas terkait pun urung untuk mengucurkan dana perbaikan dam di Dusun Karanglo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar