Minggu, 03 Februari 2013

FENOMENA MISTIS BENDUNGAN DUSUN KARANGLO



Dusun Karanglo, Glagahombo, Tegalrejo, Magelang (17/01) - Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
Bendungan (dam) dan bendung (weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung (weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa. Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi.
Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno. (wikipedia bahasa indonesia).

Dam dapat diklasifikasikan menurut struktur, tujuan atau ketinggian.
Berdasarkan struktur dan bahan yang digunakan, bendungan dapat diklasifikasikan sebagai dam kayu, "embankment dam" atau "masonry dam", dengan berbagai subtipenya.
Tujuan dibuatnya termasuk menyediakan air untuk irigasi atau penyediaan air di perkotaan, meningkatkan navigasi, menghasilkan tenaga hidroelektrik, menciptakan tempat rekreasi atau habitat untuk ikan dan hewan lainnya, pencegahan banjir dan menahan pembuangan dari tempat industri seperti pertambangan atau pabrik. Hanya beberapa dam yang dibangun untuk semua tujuan di atas.
Menurut ketinggian, dam besar lebih tinggi dari 15 meter dan dam utama lebih dari 150 m. Sedangkan, dam rendah kurang dari 30 m, dam sedang antara 30 - 100 m, dan dam tinggi lebih dari 100 m.
Kadang-kadang ada yang namanya Bendungan Sadel sebenarnya adalah sebuah dike, yaitu tembok yang dibangun sepanjang sisi danau untuk melindungi tanah di sekelilingnya dari banjir. Ini mirip dengan tanggul, yaitu tembok yang dibuat sepanjang sisi sungai atau air terjun untuk melindungi tanah di sekitarnya dari kebanjiran.
Bendungan Pengecek check dam adalah bendungan kecil yang didisain untuk mengurangi dan mengontrol arus erosi tanah. Bendungan kering dry dam adalah bendungan yang didisain untuk mengontrol banjir. Ia biasanya kering, dan akan menahan air yang bila dibiarkan akan membanjiri daerah dibawahnya.
Dalam hal ini sejumlah mahasiswa UNDIP yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut berinisiatif untuk meninjau agar hasil panen masyarakat meningkat di Dusun Karanglo, Glagahombo, Tegalrejo, Magelang. Salah satunya yaitu melihat kondisi irigasi di dusun tersebut. Pada saluran irigasi itu terdapat sebuah dam yang keberadaanya sudah tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan pondasinya sudah rusak (bocor) sehingga tidak membendung air dengan baik. Ketika musim kemarau datang, air yang seharusnya masih bisa untuk mengairi sawah, berkurang sangat banyak. Kondisi yang demikian ini menyebabkan seringnya terjadi kekeringan, dan parahnya hal ini menyebabkan perkelahian antar petani yang berebut air untuk irigasi, dan sering ada korban luka, karena saling tinju antar warga. Peristiwa ini tidak hanya sekali saja terjadi, hampir setiap musim kemarau selalu saja terulang.
Menurut Bp Maryadi, kerusakan dam ini sudah dilaporkan kepada dinas terkait, namun ketika dilakukan pembuatan proposal untuk pengajuan dana, ada hal-hal mistis terjadi, yaitu ketika dilakukan pomoteretan atas kerusakan dam untuk pembuatan proposal pengajuan dana, mendadak kamera tidak bisa mengambil gambar, anehnya lagi ketika menggunakan kamera lain, bisa diambil gambarnya namun ketika diambil gambar dan dicetak, gambar yang diambil menjadi hitam.
Usaha Pak Kadus tidak berhenti di situ saja, beliau mencoba lagi mengambil gambar dan mencetaknya, ketika proposal sudah jadi, dan diajukan ke dinas terkait maka dari pihak dinas terkait melakukan survey ke lokasi, namun anehnya, air pada dam tersebut ketika dilakukan tinjauan lokasi, penuh sampai di atas bibir bendungan. Dinas terkait pun urung untuk mengucurkan dana perbaikan dam di Dusun Karanglo.
Ketika keesokan harinya, sungguh ajaib, air di dam itu kembali habis, yang dikarenakan dam bocor di pondasi. Entah hal ini hanya suatu kejadian yang kebetulan saja atau memang ada hal mistis di bendungan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar